FAKTA, FILM

Fakta-fakta Film The Pretty Boys

Duet  Vincent dan Desta sebagai pembawa acara memang sudah tak diragukan lagi keampuhannya. Lalu bagaimana bila duo kocak tersebut bermain dalam satu film? Keduanya akan memproduseri film berjudul The Pretty Boys sekaligus membintangi sendiri film tersebut. Selain Vincent dan Desta ada nama-nama selebritis lainnya yang sudah cukup populer di tanah air mulai dari actor senior Roy Marten, comedian Ferry Maryadi, host acara televisi Imam Darto, serta beberapa artis lain seperti Onadio Leonardo, Danilla Riyadi, dan lain-lain.

Yang menarik didapuk sebagai sutradara film ini adalah Tompi yang selama ini dikenal sebagai Dokter ahli bedah sekaligus penyanyi anggota Trio Lestari. Debutan lainnya adalah Imam Darto yang menulis sendiri naskah film ini. Berikut fakta-fakta menarik lainnya tentang film ini.

Fakta-fakta film The Pretty Boys

Simak fakta-fakta seru tentang film The Pretty Boys ini sebelum menyaksikannya di bioskop.

Realisasi dari cita-cita Tompi

Bagi penyanyi Jazz bersuara khas ini film The Pretty Boys adalah perwujudan mimpinya untuk membuat film. Tompi mengaku telah berkecimpung dalam dunia visual mulai 7 tahun lampau dengan profesi sampingannya yaitu fotografer, memproduksi iklan, serta video klip. Selama ini dia selalu memimpikan untuk membuat film yang panjang. Lebih jauh dirinya juga mengatakan bahwa produksi film itu membutuhkan stamina serta konsistensi karena alurnya yang mempunyai konsep serta proses pembuatannya yang cukup lama.

Meski demikian pada awalnya dia sempat menyesal telah menyanggupi mengerjakan proyek film tersebut saat mendapat penawaran dari Vincent dan Desta. Pasalnya Tompi mengira proses produksi akan beres hanya dalam beberapa minggu, tapi faktanya molor hingga 1½ bulan dengan masa break sebentar.  Demi komitmen kepada kedua sahabatnya tersebut Tompi dengan mantap tetap menjalankan kewajibannya tersebut. Menurutnya dirinya justru tak akan tenang bila tugasnya belum selesai.

Beratnya tugas produser

Tak hanya Tompi, Desta pun merasakan beratnya peran produser dalam film. Dia bahkan mengatakan sudah kapok karena harus memikirkan banyak hal. Bila hanya menjadi actor tugasnya cukup mendalami karakter untuk memberikan performa terbaik, tapi pada posisi produser dia juga harus mengendalikan seluruh lini produksi yang cukup menyita energi sekaligus pikiran. Presenter kocak itu menambahkan kalau dirinya tidak mau lagi menjalankan dua peran sekaligus dalam produksi film apa pun.

Tompi sempat meragukan Onad

Saat memulai syuting film ini Tompi, si Sutradara sempat meragukan acting Onad karena basic-nya yang sebenarnya seorang penyanyi. Onadio Leonardo memang lebih dikenal sebagai vokalis grup Killing Me Inside.  Pada film ini dirinya berperan sebagai coordinator penonton bayaran. Tapi ternyata Onad sanggup mematahkan dugaan Tompi dan terbukti sanggup menampilkan yang terbaik saat syuting. Sebelumnya Desta bahkan harus membujuk Tompi untuk memberi waktu kepada Onad.

Synopsis film The Pretty Boys

Film ini diproduksi di bawah naungan The Pretty Boys Pictures, yaitu production house yang didirikan oleh Desta dan Vincent dan bermitra dengan Anami Fils. The Pretty Boys mengangkat kisah tentang dua pemuda dari desa yang hijrah ke Jakarta untuk terjun dalam industry hiburan lengkap dengan berbagai tantangannya. Film perdana karya Tompi ini siap disaksikan di layar lebar pada tanggal 19 September 2019.

Pada trailernya dimana Desta seolah-olah menjadi Dilan dapat dipastikan bahwa film ini pasti akan mengocok perut penonton. Meskipun demikian ada pula beberapa momen mengharukan yang sanggup membuat penonton merenung. Bagaimana pun film ini juga mengungkap keresahan tentang industry pertelevisian masa kini yang lebih banyak memuat konten kurang mendidik.

Read More
FILM

Mencari Inspirasi dari Film Biopic Susi Susanti

Film Susi Susanti ternyata adalah jawaban dari unggahan foto Laura Basuki di Instagram beberapa waktu lalu. Laura diketahui pernah memposting foto dirinya mengenakan jaket berwarna merah putih yang membuat orang teringat akan penampilan khas atlet bulu tangkis. Aktris cantik tersebut ternyata memang didapuk untuk membawakan peran atlet bulutangkis legendaries Susi Susanti dalam film biopic berjudul Susi Susanti: Love All.

Film ini digarap oleh SimF yang sebelumnya sudah berpengalaman dalam produksi video klip music serta iklan televisi. Film biopic ini adalah debutnya dalam menggarap film layar lebar. Walaupun agak kaget saat diajak bekerja sama oleh produser film ini, yaitu host Daniel Mananta, tapi toh Sim menyanggupinya. Dirinya mengaku bahwa produksi film ini membutuhkan waktu yang panjang serta perjuangan yang cukup berat, apalagi dirinya sebagai debutan.

Synopsis singkat film Susi Susanti: Love All

Film ini akan mengangkat kisah hidup Susi Susanti untuk menginspirasi masyarakat Indonesia secara umum. Di sini penonton akan dibawa untuk melihat kehidupan atlet kebanggaaan Indonesia ini mulai dari masa kecil hingga kesuksesannya meraih medali emas di ajang Olimpiade. Segudang prestasi yang berhasil dicapainya membuat wanita tangguh ini berhasil menjadi ikon olahraga bulu tangkis Indonesia.

Sampai sekarang dirinya tak pernah jauh dari bidang olahraga ini. Pensiun sebagai atlet, Susi melanjutkan passion-nya sebagai pelatih demi mencetak anak-anak muda berbakat untuk menjadi penerusnya. Pada foto yang sempat diunggah oleh Laura, terlihat Susi tengah menyerahkan obor kepada aktris tersebut. Hal ini dapat pula diartikan bahwa prestasinya harus berlanjut kepada generasi berikutnya, tak hanya bagi para atlet, siapa pun bisa menjadi juara asalkan bersedia berjuang keras.

Turut diangkat pula dalam film tersebut konflik karier Susi Susanti yang berhubungan dengan kondisi negara yang tengah dalam masa peralihan dari orde baru menuju reformasi. Pada saat itu PBSI berada di bawah kepemimpinan Tri Sutrisno. Selain itu ada pula kisah cinta Susi dengan sesama atlet peraih medali emas Olimpiade, Alan Budikusuma.

Laura Basuki akui tak temui kesulitan

Meskipun harus menjalani latihan berat untuk mempelajari teknik bermain bulu tangkis dengan baik, Laura mengaku tak terlalu mendapat kesulitan berarti saat berakting dalam film ini. Tantangan paling berat diakuinya adalah olahraga fisik serta belajar bermain badminton. Laura mengatakan karena dirinya tak mempunyai dasar seorang atlet sama sekali.

Aktris berwajah oriental tersebut hanya mempunyai waktu 5 bulan latihan untuk melakukan adegan-adegan badminton dengan lihai. Dirinya dibantu oleh personal trainer professional serta Liang Chiu Sia, mantan pelatih Susi Susanti. Dalam satu hari Laura harus berlatih fisik dan badminton hingga 6 jam.

Film ini juga dibintangi oleh sederet actor terkenal, yaitu Lukman Sardi, Dion Wiyoko, Rafael Landry Tanubrata, dan Kelly Tandiono. Susi Susanti: Love All sempat berulang kali mengalami perubahan jadwal, mulai dari bulan Februari, namun kemudian diundur di bulan Agustus, namun kembali ada perubahan hingga akhirnya disepakati bahwa jadwal rilis film ini yang paling pas adalah di tanggal 24 Oktober 2019. Alasannya karena hari itu bertepatan dengan momen Sumpah Pemuda sehingga spirit kebangkitan anak muda akan semakin terasa dengan menyaksikan film tersebut. Sumpah Pemuda adalah ikrar sebagai satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa Indonesia. Ini sebagaimana pernyataan Daniel Mananta sebagai produser eksekutif dari DAMN! I Love Indonesian Movies.

Read More
FILM

Film Biopic Tentang Elvis Presley akan Segara Diproduksi

Sukses menggarap film Bohemian Rhapsody rupanya membuat Warner Bros ketagihan untuk memproduksi film-film biopic lainnya. Kali ini rumah produksi raksasa itu tengah mempersiapkan penggarapan film tentang Elvis Presley, salah satu legenda music yang paling dikenal di dunia dengan music rock n roll-nya.

Penyanyi dengan ciri khas rambut berjambul itu bernama lengkap Elvis Aaron Presley dan sudah mulai bernyanyi sejak tahun 1950-an. Film garapan Baz Luhrmann ini rencananya akan membawa ke layar lebar perjalanan karier musiknya hingga mencapai kesuksesan serta sampai akhir hayat sang penyanyi. Proses syuting film biopic ini akan dimulai di tahun 2020 di kawasan Queensland Australia.

Cukup sulit bagi sutradara untuk memilih actor yang memerankan Elvis Presley hingga akhirnya pilihannya jatuh pada Austin Butler. Sebelumnya ada beberapa kandidat yang dipertimbangkan untuk peran ini, salah satunya penyanyi berwajah imut mantan anggota One Direction, Harry Styles. Selain itu ada pula deretan nama lainnya seperti Ansel Elgort, Miles Tayler, hingga Aaron Taylor-Johnson.

Konon alasan Luhrman memilih  Austin Butler adalah struktur wajahnya yang mirip Elvis ditambah lagi dia juga piawai menyanyi. Banyak reaksi positif atas publikasi tersebut dan hampir semua berpendapat bahwa actor yang satu ini adalah yang paling layak membawakan peran Elvis, penyanyi idola para wanita yang wafat di usia 42 tahun itu.

Berkenalan dengan Austin Butler

Masyarakat Indonesia mungkin belum akrab dengan selebriti berusia 28 tahun ini. Memang Butler sebelumnya lebih banyak berkiprah pada serial-serial televisi. Sebelum melihatnya berakting sebagai Elvis muda, berikut ini adalah beberapa fakta tentang Austin Butler.

Menjadi artis secara tak sengaja

Actor kelahiran 17 Agustus 1991 ini sebelumnya tak pernah berpikir untuk menjadikan acting sebagai jalan hidupnya. Tapi semua berubah saat berusia 13 tahun seseorang dari industry hiburan tiba-tiba mendekatinya dan menawarkannya untuk menjadi bintang film. Sebelum menerima ajakan tersebut Butler terlebih dahulu mendaftar pada kelas seni acting.

Awal mula karier

Nasib baik berpihak pada bintang muda ini, dan setahun kemudian dirinya kembali mendapat tawaran untuk bermain pada serial komedi Nickelodeon yang berjudul Ned’s declassified School Survival Guide. Selama 2 tahun Butler memainkan peran sebagai Lionel Scranton.

Debut layar lebar

Setelah berpengalaman bertahun-tahun berkarier di serial televisi, Butler pun mulai mencari tantangan baru di layar lebar. Debutnya adalah pada film The Faithful dan setelah film itu dirinya mulai mendapat semakin banyak tawaran. Salah satunya adalah one Upon a Time in Hollywood yang sudah dirilis Juli 2019 lalu. Tak tanggung-tanggung, di sini Butler bermain bersama actor-actor besar, yaitu Brad Pitt dan Leonardo Dicaprio.

Piawai menyanyi

Tak hanya jago acting, Butler juga dikenal jago menyanyi dan mempunyai suara pria yang merdu. Inilah yang menjadi salah satu alasan kuat mengapa dirinya dipilih untuk memerankan si Raja Rock n Roll ini. Tak mau hanya sekedar iseng dalam setiap bidang yang diterjuninya, Butler bahkan sudah pernah merilis beberapa single, salah satunya diberi judul Whatever My Love.

Sebagaimana legenda music dunia lainnya, seperti Freddie Mercury, Elvis Presley juga sangat layak mendapatkan apresiasi berupa film biopic. Rasanya tak ada musisi di dunia ini yang tidak mengenal namanya. Si Raja Rock n Roll yang tampan dan juga lihai berakting namun berkepribadian sulit dengan jalan hidup yang tragis. Elvis Presley meninggal dunia di usia 42 tahun karena serangan jantung akibat obesitas. Dia ditemukan tergeletak di kamar mandi dan segera dilarikan ke rumah sakit, namun dia dinyatakan sudah wafat saat tiba di sana.

Read More